Salah satu topik yang paling membingungkan sekaligus paling penting bagi pemula adalah angka bahasa Korea. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang hanya punya satu sistem hitung, bahasa Korea memiliki dua sistem angka yang berbeda: angka asli Korea dan angka Sino-Korea. Keduanya dipakai dalam situasi yang berbeda, dan memilih sistem yang salah adalah kesalahan umum yang sering dilakukan pelajar.
Kabar baiknya, setelah Anda memahami kapan masing-masing sistem dipakai, semuanya menjadi jauh lebih logis. Artikel ini akan menjelaskan kedua sistem, memberikan daftar angka dengan romanisasi, dan menunjukkan aturan praktis kapan harus memakai yang mana.
Mengapa Ada Dua Sistem Angka
Bahasa Korea menyerap banyak kosakata dari bahasa Tionghoa klasik, termasuk satu set angka lengkap. Set inilah yang disebut angka Sino-Korea. Di sisi lain, ada angka asli Korea yang berasal dari bahasa Korea sendiri. Karena keduanya hidup berdampingan, penutur Korea memilih salah satu tergantung apa yang sedang dihitung.
Menariknya, angka asli Korea hanya lengkap sampai sekitar sembilan puluh sembilan, dan untuk bilangan yang lebih besar orang beralih ke sistem Sino-Korea. Jadi Anda tidak perlu menghafal angka asli Korea dalam jumlah tak terbatas.
Sekilas keberadaan dua sistem terdengar merepotkan, tetapi sebenarnya masing-masing punya wilayah pemakaian yang cukup jelas. Begitu Anda mengaitkan setiap sistem dengan jenis benda atau situasi tertentu, otak Anda akan otomatis memilih yang tepat. Fenomena serupa sebenarnya ada di banyak bahasa, termasuk cara kita memakai kata bilangan berbeda dalam konteks berbeda. Jadi, daripada merasa terbebani, anggaplah ini sebagai dua alat yang saling melengkapi, masing-masing dirancang untuk tugas yang berlainan.
Angka Asli Korea
Angka asli Korea dipakai untuk menghitung jumlah benda, usia, dan jam. Berikut angka satu sampai sepuluh.
- hana (하나) berarti satu.
- dul (둘) berarti dua.
- set (셋) berarti tiga.
- net (넷) berarti empat.
- daseot (다섯) berarti lima.
- yeoseot (여섯) berarti enam.
- ilgop (일곱) berarti tujuh.
- yeodeol (여덟) berarti delapan.
- ahop (아홉) berarti sembilan.
- yeol (열) berarti sepuluh.
Satu hal penting: beberapa angka berubah bentuk saat diikuti kata bantu bilangan. Misalnya hana menjadi han, dul menjadi du, set menjadi se, dan net menjadi ne. Contohnya han myeong (한 명) berarti satu orang, bukan hana myeong.
Angka Sino-Korea
Angka Sino-Korea dipakai untuk tanggal, uang, nomor telepon, menit, detik, dan bilangan besar. Berikut angka satu sampai sepuluh.
- il (일) berarti satu.
- i (이) berarti dua.
- sam (삼) berarti tiga.
- sa (사) berarti empat.
- o (오) berarti lima.
- yuk (육) berarti enam.
- chil (칠) berarti tujuh.
- pal (팔) berarti delapan.
- gu (구) berarti sembilan.
- sip (십) berarti sepuluh.
Sistem Sino-Korea sangat teratur untuk bilangan besar. Sebelas adalah sip il (십일), dua puluh adalah i sip (이십), dan seratus adalah baek (백). Karena polanya konsisten, banyak pelajar merasa sistem ini lebih mudah dihafal.
Angka Sino-Korea juga menjadi dasar untuk membaca nomor telepon, kode pos, alamat, dan nomor kamar. Karena hampir semua angka yang tercetak dalam kehidupan modern dibaca dengan sistem ini, menguasainya akan langsung berguna dalam banyak situasi praktis. Bahkan saat menyebut harga di toko atau jumlah uang dalam won, Anda akan selalu memakai angka Sino-Korea. Karena itu, banyak guru menyarankan agar pemula benar-benar melancarkan sistem ini terlebih dahulu sebelum beralih ke angka asli Korea.
Kapan Memakai Masing-masing
Aturan praktisnya sederhana. Gunakan angka asli Korea untuk menghitung benda, orang, usia, dan jam. Gunakan angka Sino-Korea untuk uang, tanggal, nomor, menit, dan segala sesuatu yang berupa angka besar. Contoh menariknya ada pada waktu: jam memakai angka asli Korea, tetapi menit memakai Sino-Korea, sehingga satu kalimat waktu bisa memuat kedua sistem sekaligus.
Kata Bantu Bilangan
Saat menghitung benda dalam bahasa Korea, Anda tidak cukup menyebut angka lalu benda. Anda perlu kata bantu bilangan yang cocok dengan jenis benda tersebut, mirip seperti ekor untuk hewan atau lembar untuk kertas dalam bahasa Indonesia.
- myeong (명) untuk menghitung orang, misalnya du myeong berarti dua orang.
- gae (개) untuk benda umum, misalnya se gae berarti tiga buah.
- mari (마리) untuk hewan, misalnya han mari berarti satu ekor.
- jan (잔) untuk gelas minuman, misalnya keopi han jan berarti satu gelas kopi.
Kata bantu bilangan ini hampir selalu dipasangkan dengan angka asli Korea. Menghafal beberapa kata bantu yang paling umum akan sangat membantu percakapan sehari-hari Anda.
Jika Anda lupa kata bantu bilangan yang tepat untuk suatu benda, gae adalah pilihan paling aman karena bersifat umum dan bisa dipakai untuk banyak benda mati. Penutur asli akan tetap memahami maksud Anda meskipun kata bantunya kurang spesifik. Seiring waktu, Anda akan menyerap kata bantu yang lebih tepat melalui kebiasaan mendengar. Yang penting bagi pemula adalah berani mencoba menghitung, karena kesalahan kecil dalam memilih kata bantu tidak akan menghambat komunikasi Anda secara berarti.
Tips Menghafal Dua Sistem
Menguasai dua sistem sekaligus memang butuh strategi. Berikut cara yang efektif:
- Pelajari satu sistem dulu sampai lancar, biasanya Sino-Korea karena polanya teratur, lalu lanjut ke angka asli Korea.
- Latih dalam konteks nyata, misalnya menyebut harga dengan Sino-Korea dan menghitung barang dengan angka asli Korea.
- Ucapkan angka setiap hari, misalnya saat melihat jam atau membaca harga barang.
Latihan rutin dengan koreksi langsung akan mempercepat penguasaan angka jauh lebih efektif daripada sekadar menghafal daftar. Anda bisa berlatih menghitung dan menyebut angka bersama tutor privat di Kotudent agar terbiasa memilih sistem yang tepat secara refleks.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Sistem angka mana yang sebaiknya dipelajari lebih dulu?
Banyak pelajar memilih memulai dari angka Sino-Korea karena polanya sangat teratur dan konsisten hingga bilangan besar. Setelah itu, angka asli Korea bisa dipelajari untuk menghitung benda, usia, dan jam.
Kenapa angka berubah bentuk saat menghitung benda?
Beberapa angka asli Korea seperti hana, dul, set, dan net berubah menjadi han, du, se, dan ne ketika diikuti kata bantu bilangan. Perubahan ini murni soal pengucapan dan wajib diikuti agar terdengar alami.
Apakah angka asli Korea dipakai untuk bilangan besar?
Tidak. Angka asli Korea umumnya hanya dipakai sampai sekitar sembilan puluh sembilan. Untuk ratusan, ribuan, dan seterusnya, penutur Korea beralih ke sistem Sino-Korea yang polanya lebih teratur.