Memahami Sistem Usia Korea dan Undang-Undang Usia Baru

Bagi banyak orang yang baru mengenal Korea, salah satu hal paling membingungkan adalah sistem usia Korea yang benar-benar berbeda dari cara menghitung umur di negara lain. Di Korea, seseorang bisa memiliki dua atau bahkan tiga angka usia yang berbeda dalam waktu yang sama. Hal ini kerap membuat pelajar asing bingung, terutama ketika berkenalan dengan orang Korea dan ditanya, myeot sal ieyo? (berapa umurmu?). Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana sistem usia Korea bekerja, mengapa berbeda, dan apa yang berubah setelah pemberlakuan undang-undang usia baru.

Mengapa Usia di Korea Berbeda

Secara tradisional, Korea menggunakan sistem penghitungan usia yang dikenal sebagai usia Korea atau dalam bahasa Korea disebut han-guk nai. Dalam sistem ini, seorang bayi sudah dianggap berusia satu tahun saat lahir. Alasannya berakar pada pandangan bahwa waktu di dalam kandungan juga dihitung sebagai bagian dari kehidupan. Jadi, momen kelahiran bukanlah titik nol, melainkan sudah satu tahun.

Yang membuatnya semakin unik, di sistem usia Korea, semua orang bertambah usia bersamaan pada tanggal 1 Januari, bukan pada hari ulang tahun masing-masing. Artinya, seorang bayi yang lahir pada 31 Desember akan langsung menjadi berusia dua tahun keesokan harinya pada 1 Januari, meskipun baru berusia satu hari secara nyata. Fenomena ini sering menjadi bahan lelucon di kalangan orang Korea sendiri.

Cara berpikir ini berbeda jauh dari kebanyakan negara di dunia yang menghitung usia mulai dari nol. Bagi pelajar asing, konsep ini sering kali terasa aneh pada awalnya, tetapi sebenarnya mencerminkan pandangan budaya Asia Timur yang menghargai kehidupan bahkan sebelum kelahiran. Memahami latar belakang ini membantu kita tidak hanya menghafal aturan, tetapi juga menghargai nilai budaya di baliknya.

Tiga Sistem Penghitungan Usia

Sebelum tahun 2023, sebenarnya ada tiga cara menghitung usia yang digunakan secara paralel di Korea, dan hal ini menyebabkan kebingungan bahkan bagi warga Korea sendiri:

  • Usia Korea (han-guk nai): Dimulai dari satu tahun saat lahir dan bertambah setiap tanggal 1 Januari.
  • Usia internasional (man nai): Dimulai dari nol saat lahir dan bertambah pada setiap hari ulang tahun, sama seperti sistem yang dipakai secara global.
  • Usia kalender atau usia hitung tahun (yeon nai): Dihitung dengan mengurangi tahun kelahiran dari tahun berjalan, tanpa memperhatikan tanggal lahir. Sistem ini dipakai untuk hal seperti wajib militer dan batas usia merokok atau minum alkohol.

Perbedaan ini berarti seseorang bisa dianggap berusia 25 tahun dalam usia Korea, tetapi hanya 23 atau 24 tahun dalam usia internasional. Perbedaan biasanya satu atau dua tahun, tergantung apakah hari ulang tahun orang tersebut sudah lewat atau belum pada tahun berjalan.

Keberadaan tiga sistem sekaligus ini bukan hanya membingungkan orang asing, tetapi juga menimbulkan masalah praktis bagi warga Korea. Perselisihan sering muncul dalam urusan kontrak, asuransi, dan layanan kesehatan karena ketidakjelasan usia mana yang dimaksud. Dokumen yang menyebut usia tanpa keterangan sistem dapat menimbulkan penafsiran ganda. Inilah salah satu alasan utama mengapa pemerintah akhirnya memutuskan untuk melakukan penyeragaman.

Undang-Undang Usia Baru Tahun 2023

Untuk mengakhiri kebingungan yang berlangsung berabad-abad, pemerintah Korea Selatan memberlakukan undang-undang usia baru yang mulai berlaku pada 28 Juni 2023. Undang-undang ini menetapkan bahwa usia internasional atau man nai menjadi standar resmi dalam dokumen hukum dan administrasi. Dengan kata lain, cara menghitung usia di Korea kini disamakan dengan standar internasional.

Perubahan ini secara efektif membuat sebagian besar warga Korea menjadi lebih muda satu atau dua tahun di atas kertas. Bayangkan bangun di suatu pagi dan menemukan diri Anda lebih muda dua tahun. Bagi banyak orang Korea, ini menjadi kabar yang menyenangkan. Tujuan utama undang-undang ini adalah menyederhanakan urusan hukum, kontrak, layanan medis, serta mengurangi perselisihan yang muncul akibat perbedaan penafsiran usia.

Apa yang Masih Menggunakan Sistem Lama

Meski usia internasional kini menjadi standar resmi, tidak semua aspek kehidupan berubah. Beberapa hal masih menggunakan sistem usia kalender atau yeon nai. Contohnya termasuk penentuan tahun masuk sekolah, kelayakan wajib militer, dan batas usia untuk membeli alkohol serta rokok. Jadi, seseorang boleh membeli alkohol mulai tahun di mana ia berusia 19 tahun secara hitung tahun, bukan tepat pada hari ulang tahunnya.

Selain itu, dalam percakapan sehari-hari, banyak orang Korea, terutama generasi yang lebih tua, masih terbiasa menggunakan usia Korea. Ini penting dipahami oleh pelajar bahasa Korea, karena penentuan usia sangat berkaitan dengan bahasa hormat dan tingkatan sopan santun dalam berbicara.

Mengapa Usia Sangat Penting dalam Budaya Korea

Di Korea, usia bukan sekadar angka. Usia menentukan bagaimana dua orang harus saling menyapa dan tingkat kesopanan bahasa yang digunakan. Seseorang yang lebih tua biasanya dipanggil dengan sebutan hormat seperti hyeong atau oppa untuk kakak laki-laki, serta nuna atau eonni untuk kakak perempuan. Karena itulah, pertanyaan tentang usia sering muncul di awal perkenalan, bukan karena ingin tahu urusan pribadi, melainkan untuk menentukan cara berkomunikasi yang tepat.

Karena alasan inilah, banyak drama Korea, variety show, dan percakapan sehari-hari yang sering menampilkan momen ketika dua orang mencoba menentukan siapa yang lebih tua. Setelah usia diketahui, hubungan pun menjadi lebih jelas, dan orang dapat memutuskan apakah akan menggunakan bahasa formal atau bahasa akrab. Bahkan selisih usia satu tahun saja sudah cukup untuk mengubah cara dua orang saling menyapa.

Bagi pelajar bahasa Korea, memahami sistem usia bukan sekadar pengetahuan budaya, tetapi juga keterampilan sosial praktis. Ketika Anda ditanya tentang usia, mengetahui cara menjawab dengan tepat dan memahami implikasinya akan membuat interaksi Anda dengan penutur asli terasa jauh lebih alami dan sopan.

Memahami konsep ini akan sangat membantu Anda ketika belajar bahasa dan budaya Korea. Jika Anda ingin mempelajari nuansa bahasa Korea secara mendalam bersama pengajar berpengalaman, Anda dapat memulai perjalanan belajar Anda bersama Kotudent yang menyediakan bimbingan bahasa Korea secara daring.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah usia Korea masih digunakan setelah undang-undang baru?

Ya, dalam percakapan sehari-hari banyak orang Korea masih menyebut usia dengan sistem lama, tetapi untuk dokumen resmi dan hukum kini menggunakan usia internasional sejak Juni 2023.

Bagaimana cara menghitung usia Korea saya?

Ambil tahun berjalan dikurangi tahun kelahiran Anda, lalu tambahkan satu. Namun perlu diingat bahwa ini adalah sistem tradisional yang tidak lagi menjadi standar hukum resmi.

Mengapa orang Korea selalu bertanya umur saat berkenalan?

Karena usia menentukan tingkat kesopanan bahasa dan cara menyapa yang tepat, sehingga mengetahui usia membantu mereka berkomunikasi sesuai norma sosial Korea.